13 Orang Eks Pengikut Jemaah Islamiyah Bengkulu Ikrar Setia ke NKRI

METRO UPDATE.CO.ID – BENGKULU – Sebanyak 13 orang mantan pengikut jaringan terorisme Jemaah Islamiyah di Bengkulu mengucapkapkan sumpah dan berikrar setia kepada Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), 3 (tiga) diantaranya merupakan tersangka kasus terorisme.

Ikrar setia kepada NKRI itu ditandai dengan melepas baiat ajaran Jemaah Islamiyah dan mencium bendera merah putih.

“Hari ini 13 orang saudara kita yang ikut jaringan dengan paham yang salah mengucapkan ikrar dan sumpah kembali ke NKRI,” kata Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bengkulu, Zahdi Taher, Kamis 14 Juli 2022 di aula Kanwil Kemenag Bengkulu.

Zahdi menjelaskan, Kementerian Agama bekerja sama dengan Densus 88 Anti Teror menfasilitasi kegiatan pelepasan baiat 13 orang eks jaringan terorisme itu. Sebagian besar dari mereka berprofesi sebagai guru ngaji dan ustaz. “Tiga orang yang saat ini menjalani proses hukum, mereka ini terdiri dari guru ngaji dan ustadz”, jelas Zahdi. “Mereka ini masuk melalui jaringan agama, melalui dakwah bahkan pengajian, makanya rata-rata yang memiliki ilmu dan paham yang rendah akan mudah sekali terpengaruh, apalagi mereka menggunakan metode pemahaman yang menjembak pada sebuah pilihan,” ungkap Zahdi.

Sementara itu HN salah seorang simpatisan yang ikut dalam ikrar tersebut mengaku, awalnya tidak mengetahui kalau jaringan yang diikutinya sejak tahun 1990 lalu merupakan jaringan yang dilarang di Indonesia. “Saya baru tahu setelah melihat pemberitaan kalau tiga petinggi jaringan pengajian kami tertangkap sebagai terduga teroris,” kata HN. HN menjelaskan, ia tidak menduga kalau kelompok pengajian dan dakwah yang diikutinya adalah termasuk pada jaringan teroris, karena tidak memiliki tanda-tanda yang mencurigakan.”Kalau ajaran dan pahamnya tidak ada yang menyimpang, apalagi mengarah ke aksi teroris, tapi karena nama saya ada dalam daftar yang ikut jaringan tersebut saya dinyatakan sebagai satu kelompok,” ungkap HN.

Karena itulah kata HN, dirinya bersama sembilan simpatisan lain ikut dan melakukan ikrar bersama tiga orang yang tengah menjalani proses hukum.”Saya berprofesi sebagai ustad dan guru ngaji di Kabupaten Lebong,” tutup HN.(Gus)

Komentar