oleh

A.Adi Umar Dani,ST.MT. Pimpin Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera VIII

METRO UPDATE.CO.ID – BENGKULU – A.Adi Umar Dani, ST.MT pimpin kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera VII menggantikan kepala BWSS VII yang lama Firman,ST,MT pada tanggal 31 Mei 2022. Diawali dengan rapat Internalisasi Integritas dengan tema” Bahaya perilaku suap, komisi gratifikasi dan gaya hidup mewah dalam penyelenggaraan negara yang disampaikan secara virtual oleh bapak Sugiarto. Setelah itu dilanjutkan dengan acara pisah sambut di ruang Nasal Padang Guci yang diikuti oleh seluruh karyawan dan karyawati BWSS VII.

Kepala BWSS VII Bengkulu yang baru menjabat A Adi Umar Dani, ST MT didampingi Kasubag Umum dan Tata Usaha Decky Agus Prawira, SP MM Selasa 14 Juni 2022. Saat ditanya wartawan Metroupdate.Co.Id. soal anggaran Kementerian PUPR Pusat dijawabnya untuk anggaran tahun 2023 seluruhnya bakal di pangkas sebesar 30 persen.

Hal ini berimbas pada anggaran dana yang bakal diterima Balai Wilayah Sungai Sumatera VII (BWSS)VII Bengkulu. Padahal sejumlah program proyek fisik harus dituntaskan di tahun 2023, sebab itu BWSS VII Bengkulu untuk menuntaskan sejumlah program tersebut selain mengandalkan anggaran APBN akan memperjuangkan anggaran luar negeri semacam LOAN atau ADB.

Disampaikan Kepala Balai BWSS VIi kelahiran 1979 dan alumni Universitas Hasanuddin Makasar ini dirinya baru pertama datang ke Bengkulu dan serius ingin membangun Provinsi Bengkulu, untuk program ke depan pihaknya akan meneruskan program yang sudah berjalan untuk kekurangan anggarannya BWSS VII sudah mencukupi namun dikhawatirkan untuk tahun 2023 mendatang anggaran Kementerian PUPR akan dipangkas sebesar 30 persen untuk IKN dan penuntasan pembangunan bendungan program Presiden Joko Widodo di Beberapa Provinsi se Indonesia namun Bengkulu belum masuk sebagai program prioritas oleh karenannya untuk tahun sebelumnya anggaran untuk SDA secara nasional mencapai Rp. 45 triliun namun untuk tahun 2023 tinggal Rp. 33 triliun namun masih harus ada alokasi untuk Ibu Kota Negara baru (IKN). “Karena pemangkasan anggaran SDA maka anggaran SDA secara nasional semakin minim,” sampainya. Selaku Kabalai yang baru ia prihatin namun berharap agar anggaran SDA untuk Provinsi Bengkulu bisa bertahan.

Karena secara kolektif anggaran menurun namun demikian ia berjanji akan berjuang mendapatkan anggaran selain melakukan loby-loby politik juga menyampaikan anggaran yang dibutuhkan benar-benar urgent dan skala prioritas.

“Meski anggaran secara global minim kita harus mampu meyakinkan pusat mana dana yang benar-benar urgent berdasarkan skala prioritas. Agar pusat dapat menyetujui,” terangnya ramah.

Diakui Adi Umar Dani meski baru sepekan bertugas di Bengkulu dirinya sudah berkoordinasi dengan pejabat BWSS VII dan menggali semua permasalahan yang ada di lapangan agar ke depannya harus bagaimana,

Dirinya akan segera turun ke lapangan melihat permasalahan yang ada dan perlu penanganan segera. Seperti yang menjadi tanggungjawab BWSS VII adalah irigasi, di Provinsi Bengkulu saat ini ada sejumlah irigasi yang kondisinya kritis untuk direhab dan ditingkatkan seperti irigasi di Air Manjunto Kabupaten Mukomuko, irigasi Air Nelas, Irigasi Air Nasal. Selain itu garis pantai Bengkulu yang panjang capai 525 Km banyak titik-titik yang kritis akibat ganasnya abrasi, rusaknya infrastruktur jalan nasional dan butuh penanganan segera. Begitu juga penanganan banjir seperti Sungai Air Bengkulu yang butuh penanganan segera, menurutnya tidak bisa dikerjakan sepotong-sepotong harus menyeluruh dan butuh dana sangat besar. (GUS)

Komentar