oleh

Aktivis HAM Bengkulu desak kepolisian terbuka soal kasus Sahbudin

 METROUPDATE.CO.ID—BENGKULU UTARA-–Aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) Bengkulu mendesak Kepolisian Daerah (Polda) Bengkulu agar terbuka terkait tindak lanjut kasus dugaan penyiksaan terhadap korban Sahbudin hingga meninggal dunia. 

“Kami melihat kasus ini terasa ‘dingin’ dan tidak ada informasi terkait perkembangan kasus, padahal ini merupakan delik umum walaupun aparat penegak hukum yakni oknum kepolisian yang melakukan delik,” kata aktivis pegiat HAM yang juga penggagas Kamisan Bengkulu, Oky Alex di Bengkulu, Sabtu. 

Ia mengatakan kasus tersebut telah menyita perhatian publik dan diduga terjadi extra judicial killing, oleh karena itu seharusnya publik mempunyai hak terkait transparansi perkembangan kasus tersebut. 

Lanjut Oki, terkait sanksi etik dan disiplin merupakan urusan internal kepolisian dan tidak dapat terlepas delik sebab kedua hal tersebut berbeda. 

“Yang paling penting bagi masyarakat adalah bagaimana hal ini menjadi contoh dalam penegakan hukum yang adil dan transparan serta penghormatan terhadap hak asasi manusia,” katanya. 

Menurutnya, jika kasus tersebut telah sampai ke pengadilan, publik dapat mengetahui apakah kasus tersebut benar penganiaayan dan pembunuhan atau bukan. 

Menurut keterangan Kapolda Bengkulu kata Oky meninggalnya Sahbudin dikarenakan terjatuh dan kepalanya terbentur, namun semua itu dapat dibuktikan di pengadilan dengan mekanisme yang sah menurut hukum. 

Senada juga disampaikan oleh aktivis Bengkulu Uli Arta Siagian bahwa pihak kepolisian harus terbuka dalam proses penanganan kasus ini. 

“Kasus ini adalah batu uji bagi kepolisian untuk berani transparan, melaporkan setiap perkembangan ini pada publik dan dapat menegakkan hukum secara adil, maka setidaknya ini jadi momentum membangun kepercayaan publik kepada lembaga kepolisian. Tetapi jika tidak, sebaliknyalah yang terjadi,” ujarnya. 

Oleh karena itu menurutnya masyarakat yang peduli dan berpihak kepada korban mendukung penuh Komnas HAM dan KONTRAS untuk mengawal dan mendesak Polda Bengkulu untuk transparan dalam proses pengungkapan penyebab kematian Sahbudin di Polres Bengkulu Utara.(antbkl)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed