oleh

Ditengah Pandemi, Investasi Masuk Bengkulu Capai Rp. 5 T

METRO UPDATE.CO.ID – BENGKULU – Di tengah ancaman pandemi covid-19 yang hampir melanda dunia khususnya Indonesia, namun pergerakan investasi tidak terganggu. Bahkan sampai awal Oktober 2021 investasi yang masuk ke Provinsi Bengkulu sudah mencapai Rp.5 T ( lima triliun). Ini disampaikan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Investasi Provinsi Bengkulu, Karmawanto, M.Pd. di ruang kerjanya. Selasa 26 Oktober 2021. Disampaikanya, investasi yang ditanamkan investor di Provinsi Bengkulu mencakup bidang pertambangan, perkebunan, infrastruktur dan kelistrikan.

Tingginya angka investasi yang masuk ke Bengkulu karena kerja keras semua pihak untuk membina pelaku usaha dan melaporkan berbagai usaha penanaman modal mereka.

Berdasarkan laporan LKPM yang dilaporkan secara Online oleh pelaku usaha untuk disampaikan langsung ke Kementerian BKPM dan Investasi.

Masuknya data ke Kementerian BKPM maka Provinsi Bengkulu sudah masuk zona hijau, sehingga triwulan ketiga investasi di Provinsi Bengkulu sudah over target.

Meski pada triwulan kedua 2021 Provinsi Bengkulu ada kendala sehingga dapat lampu kuning, dengan pemberlakuan kegiatan usaha dan pelaku usaha juga banyak melakukan  WMA. Sehingga rekan-rekan para pelaku usaha tidak melaporkan kegiatan usaha mereka. Namun sejak awal September pandemi covid-19 di Provinsi Bengkulu melandai maka para pelaku usaha menyampaikan laporan penanaman modal mereka secara Online ke BKPM, Provinsi Bengkulu investasinya capai lima triliun. Selain itu minat investor menanamkan modalnya di Provinsi Bengkulu cukup tinggi.

Seperti saat ini investor Singapura sudah menunjukkan keseriusannya berinvestasi dalam bidang kehutanan yakni briket kayu di Kabupaten Kaur dengan menjalin kerjasama dengan investor lokal. Yang menggembirakan juga pengusaha nasional bidang konveksi Sritex akan memaparkan potensi mereka untuk berinvestasi di Provinsi Bengkulu. perusahaan yang berbasis di Kota Solo dan bergerak dibidang tekstil “Sri Rahayu Tekstil” bergerak dibidang konveksi akan menanamkan modal di Bengkulu dengan memberdayakan pelaku usaha kecil dan menengah dengan bekerjasama dengan perusahaam daerah Bimex. Karena berdasarkan informasi yang mereka sampaikan perusahaan ini pemasok pakaian dinas tentara nasional (TNI), Tentara Nato jadi kerjasama dengan pelaku usaha di Bengkulu untuk menunjang aktivitas konveksi mereka. (Gus)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed