oleh

Ekonomi Indonesia sedang mengalami “krisis”,dampak dari Covid 19.Kapankah keterpurukan ini cepat berlalu.

Perlu kita ketahui bahwa kata “KRISIS” yang berasal dari bahasa yunani yang artinya mengarah pada situasi yang kurang baik, yang mempengaruhi individu, kelompok bahkan masyarakat luas. Yang kita uraikan disini bisa dikatakan “masa” yang menentukan dalam drama krisis ekonomi saat ini. Adalah suatu tahap perkembangan alur cerita yang bergerak menuju klimaks. Maka dalam pendekatan beberapa ilmu yang mengistilahkan kata “krisis”, diantaranya ilmu kedokteran dan ilmu ekonomi – politik.

Istilah dalam ilmu kedokteran, bahwa masa krisis adalah saat-saat yang gawat yang dialami oleh seseorang pasien yang sedang mengalami sakit, krisis terjadi dan ada upaya-upaya penyembuhan.Masa krisis bisa menghasilkan vitalitas, jika masa itu berhasil dilewati secara baik, maka pasien akan mengalami pemulihan atau penyembuhan kesehatan.

Dan tak lupa pula istilah krisis dalam ilmu ekonomi-politik. misalnya marxisme yang biasa di kenal dengan  “krisis kapitalisme” secara historis kita uraikan  bahwa saat itu kapitalisme memasuki tahap keruntuhan  untuk di gantikan oleh sosialisme sebagai sistem baru yang dinilai lebih maju tingkat perkembanganya. ternyata secara defacto , justru sosialisme mengalami krisis menjelang tahun 1990-an. sistem itu akhirnya runtuh, dan bahkan digantikan oleh satu dan lain bentuk kapitalisme di hampir semua negara sosialis di dunia.

Krisis ekonomi yang pernah melanda meksiko pada tahun  1995, dan juga dialami oleh sejumlah negara amerika latin, dapat disebut juga sebagai krisis kapitalisme. tapi gejala itu adalah krisis kapitalisme yang terjadi secara parcial di suatu negara atau wilayah, dan  bukan krisis sistem ekonomi total sebagaimana yang melanda blok sosialis. Seperti kita ketahui, meksiko pernah berhasil mengatasi krisis, setelah mendapat pertolongan dari IMF. tentu pada saat itu, perekonomian meksiko sudah kembali ke kondisi pemulihan dan normal, namun dimasa kini  dengan timbulnya wabah penyakit covid-19 yang mendunia, wilayah ini pun mengalami hal yang sama tak ubah nya dialami beberapa negara termasuk Indonesia pada saat ini.

Maka secara benang merah untuk memberikan gambaran tentang krisis ekonomi indonesia yang terjadi di tengah pandemi covid 19. para pemangku kepentingan (pemerintah) mengambil langka yang menjadi harapan masyarakat Indonesia. karena tentu kita ketahui bahwa lingkungan srategis saat ini kurang menguntungkan yang membuat  sendi-sendi perekonomian Indonesia  rapuh.

Karena krisis ekonomi yang terjadi saat ini disebabkan oleh faktor-faktor eksternal yang menerjang fundamen perekonomian Indonesia yang rapuh. yang merupakan sesuatu yang given yang tidak dapat kita elekkan, yaitu kehadiran waba penyakit yang diistilahkan covid-19 yang mendunia. Factor eksternal ini juga menjadi penyebab perkembangan ekonomi internasional maupun kebijakan ekonomi negara yang kurang menguntungkan termasuk Indonesia saat ini, hingga merambah Desa.

Oleh karena itu upaya dan langka-langka yang diambil para pemangku kepentingan (pemerintah)  untuk memulihkan perekonomian indonesia di tengah pandemik covid-19 diharapkann bisa memanfatkan potensi sumber daya alam dan potensi lain untuk dijadikan daya dukung kestabilan pemulihan perekonomian Indonesia, di masing-masing daerah hendaknya diawali dari hulu.

seperti kita contoh kan, Menghidupkan geliat ekonomi masyarakat di bidang produksi Pertanian.

Menghidupkan geliat ekonomi masyarakat di bidang produksi Nelayan.

Menghidupkan geliat ekonomi masyarakat di bidang produksi UMKM.

Karena 3 (Tiga) langka ini menurut penulis adalah bagian dari daya dukung untuk menjadi mesin pengerak pertumbuhan ekonomi nasional. Dan upayah angka-langkah ini  akan menjadi tanda- tanda “kapan” kondisi perekonomian indonesia  akan pulih kembali, menuju titik normal.

Penulis : Vitermansyah.

Sumber Referensi : Reformasi economy, civil society & Wikipedia.

Editor : Admind

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed