oleh

Jembatan Tanjung Agung Palik Mega Proyek APBD Murni

-Headline-128 views

METRO UPDATE.CO.ID – BENGKULU – Jembatan penghubung antara 2 (dua) Kabupaten Bengkulu Utara dan Kabupaten Lebong di Provinsi Bengkulu yaitu Jembatan Tanjung Agung Palik (TAP) yang berlokasi di Kabupaten Bengkulu Utara tahun 2018 silam ambruk akibat hantaman banjir besar di Provinsi Bengkulu. Ambruknya jembatan yang menjadi penghubung dari kota Bengkulu ke kedua Kabupaten membuat pengendara dan masyarakat yang melintas menjadi kesulitan. Dinas PUPR Provinsi Bengkulu sebagai penanggungjawab pembangunan jembatan darurat sementara karena anggaran untuk penggantian jembatan baru memerlukan dana yang cukup besar. Pemkab Bengkulu Utara pun berpartisipasi dengan menghibahkan lahan jembatan.

Kadis PUPR Provinsi Bengkulu Ir. Mulyani, didampingi Kabid BM Septi Erwadi, ST MT dan PPTK, Zakaria. M. ST pada Metroupdate.Co.Id Kamis 14 Januari 2021 mengatakan pergantian jembatan Tanjung Agung Palik sudah melalui perjuangan panjang sejak ambruk 2018 silam. Ambruknya jembatan akibat hantaman banjir juga karena kapasitas yang tidak cukup atau LHR tinggi. Namun untuk pergantian jembatan yang sudah tidak layak tersebut pihaknya sudah berjuang hampir lima tahun, karena terbatasnya dana APBD Provinsi. Karena di provinsi Bengkulu sangat banyak jembatan provinsi yang sudah tidak layak dan harus diganti tetapi dana APBD Provinsi minim maka belum direalisasikan. Sebab itu jembatan Tanjung Agung Palik yang ambruk terpaksa dikerjakan bertahap dua tahun 2019 dan 2020..”alhamdulillah setelah dibangun selama dua tahun jembatan Tanjung Agung Palik menjadi mega proyek era Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah karena jembatan tipe A dengan menggunakan APBD murni Pemda Provinsi Bengkulu dan ini baru Pertama kali di provinsi Bengkulu, “terang Zakaria. Dana yang dikucurkan sebesar Rp. 19 miliar untuk jembatan tipe A dengan panjang 90 meter dan lebar 7 meter ditambah badan jalan aspal dua meter kiri kanan masing-masing satu meter maka lebar keseluruhan 9 meter. Zakaria mengaku sangat bersyukur dengan tuntasnya pekerjaan jembatan Tanjung Agung Palik menjadi kebanggaan masyarakat yang melintas.

Dalam waktu dekat Gubernur terpilih dua periode Dr. drh. H Rohidin Mersyah akan segera meresmikan jembatan yang dikerjakan kontraktor lokal PT Rodateknik Purajaya.

Lanjut Zakaria dengan selesainya jembatan Tanjung Agung Palik diharapkan dapat di gunakan masyarakat sebagai jalan penghubung kota dengan dua kabupaten sehingga transportasi di antara dua Kabupaten menjadi lancar dan nyaman. Diakui Zakaria saat ini dalam pendataan dinas. PUPR Provinsi Bengkulu sangat banyak usulan masyarakat untuk dibangun jembatan gantung, pihaknya juga sejak 2018 sudah membangun sejumlah jembatan gantung seperti di Lubuk Bubar Curup Kabupaten Rejang Lebong dan lain lain.

menurutnya jembatan dan jalan tidak terpisahkan namun kendala yang di hadapi pembangunan dan pemulihan jembatan perlu dana yang besar dan sumber daya manusia yang andal di PUPR Peovinsi Bengkulu tersisa tiga orang tenaga teknis jembatan.

Begitu juga dengan kondisi APBD Provinsi Bengkulu yang masih sangay terbatas merupakan kendala dalam pembangunan mega Proyek .

 Ditambah lagi tenaga teknis di PUPR Provinsi juga terbatas. Dirinya selaku ahli jembatan selalu siap membantu meski dirinya menjelang pensiun. Diungkapnya jembatan kritis perlu penanganan segera karena kondisi pondasi jembatan banyak bergeser akibat gempa dan arus banjir serta tertimbun tanah jalan. Pantauan Metroupdate.Co.Id di lapangan kondisi jembatan Tanjung Agung Palik memang sudah tuntas dengan kondisi cukup lebar dan panjang dengan kerangka konstruksi yang kokoh. (Gus/Zai)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed