Ka.BWSS 7 Bengkulu  Kunker Lokasi Proyek  Bangun Kantong Lumpur  Di Kabupaten Mukomuko

METRO UPDATE.CO.ID – BENGKULU – Kunjungan Kerja ( Kunker )  kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera 7 Bengkulu A.Adi Umar Dani, ST, MT di Kabupaten Mukomuko, belum lama ini.

Untuk melihat langsung   pembangun kantong lumpur guna menfilter sedimen pada saluran Daerah Irigasi Kiri Bendung Air Manjuto Kabupaten Mukomuko. 

Proyek kantong lumpur dengan nilai kontrak sebesar Rp14,7 miliar, bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2023.

Menurut kepala Balai BWSS 7 A.Adi Umar Dani, pembangunan kantong lumpur ini berguna untuk melengkapi Bendung Manjuto yang belum dilengkapi dengan bangunan tersebut. 

Kantong lumpur merupakan bangunan utama untuk pengendalian atau penyaringan sedimen dasar maupun sedimen layang sumber air baku dari intek sebelum dialirkan ke Daerah Irigasi (DI) sayap kiri Bendung Manjuto.

Dijelaskan A. Adi Umar Dani, manfaat dari kantong lumpur ini cukup besar. Dapat mengurangi beban negara dalam melaksanakan kegiatan normalisasi sedimen lumpur pada jaringan irigasi.

Diakuinya, selama ini pihaknya telah berulang kali melaksanakan kegiatan normalisasi, namun tumpukan sedimen lumpur tetap menjadi salah satu kendala untuk kelancaran air bagi masyarakat petani.

‘’Setelah adanya kantong lumpur ini nanti, lumpur yang tertahan akan dikembali ke sungai, dan yang masuk ke jaringan tinggal airnya saja,’’ ungkap Adi

Kantong lumpur yang dibangun untuk penyaringan sedimen air yang mengalir dari intek berkapasitas tampung 60 kubik per detik.

Dalam pelaksanaan kegiatan ini, kata A. Adi Umar, ada beberapa hal yang harus dipahami. Pihaknya akan melakukan proses penutupan air irigasi untuk sementara waktu, hingga pelaksanaan proyek selesai.

Mengenai hal ini, pihaknya telah menjalin hubungan komunikasi dengan Komisi Irigasi terkait pengaturan jadwal dan lainnya. 

‘’Nanti ada proses penutupan air irigasi, mungkin di Bulan Agustus hingga pelaksanaan proyek ini selesai. Dan perlu dipahami oleh para petani. Kepada pelaksananya, kita berikan waktu tiga setengah bulan untuk penyelesaian pekerjaan,’’ ujar Adi Tegas.

Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Irigasi dan Rawa BWSS VII Bengkulu Hadi Buana, ST., MPSDA mengakui, bahwa dalam pelaksanaan pembangunan kantong lumpur Bendung Manjuto, menemukan beberapa kendala. Semua kendala yang ditemukan, diinventarisasi untuk dicarikan solusi.

Untuk sementara ini, kata Hadi Buana , pelaksanaan kegiatan berjalan lancar, bahkan capaian progres volume melebihi  rencana kerja.

‘’Posisi sekarang masih on schedule, dengan progres di angka 25 persen. Patut kita apresiasi, melebihi ketetapan rencana awal 14 persen,’’ sampainya.

Menurut Hadi, pelaksana kegiatan oleh PT. Citra Manunggal yang berkomitmen kuat untuk menyelesaikan pekerjaan tepat waktu. Hanya saja, dalam pelaksanaannya, Hadi, mengakui menemukan beberapa kendala.

Dikatakan Hadi, kendala terbesar pada rencana pelaksanaan bangunan sentrap, item bangunan utama kantong lumpur. Dimana katanya, pekerjaan ini baru bisa dikerjakan setelah air bendung irigasi dilakukan pengeringan.

‘’Kendala utama kami, untuk pembangunan sentrap. Kami hanya diberi waktu empat bulan, terhitung pertengahan Agustus nanti. Ini yang akan kami diskusikan, minta pertimbangan pihak Balai. Karena waktunya cukup sempit, sementara itu pekerjaan utamanya,’’ paparnya.

Selain itu pihaknya juga kesulitan dalam memperoleh material yang bersumber dari hasil tambang. Seperti halnya material pasir. Diakuinya, terpaksa harus membeli pasir dengan harga yang relatif lebih tinggi. Disebabkan di daerah setempat sulit menemukan kuari tambang pasir yang berizin.

‘’Adapun pasir, tapi harus dengan harga tinggi. Begitu juga dengan material batu spilit, ada yang jaraknya dekat, tapi harganya mahal. Namun demikian, kami tetap menyelesaikan pekerjaan ini tepat waktu,’’ ujar Hadi Buana.(Gus)