Kejati Bengkulu Sita Rp 13 M dari Tersangka Replanting Sawit

METRO UPDATE.CO.ID – BENGKULU – Kejaksaan Tinggi Bengkulu menyita uang hasil dugaan kasus korupsi replanting kelapa sawit di Kabupaten Bengkulu Utara tahun 2019 -2020 sebesar Rp.13 miliar, Kamis 21 Juli 2022.

Penyitaan uang dugaan korupsi tersebut dilakukan pasca pihak penyidik Tindak Pidana Khusus Kejati Bengkulu menetapkan 4 (empat) orang tersangka dalam kasus program bantuan replanting kelapa sawit tersebut.

Kepala Kejaksaan Tinggi Bengkulu Heri Jerman,SH,MH mengatakan, program replanting sawit ini adalah program Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) dengan anggaran pengajuan tahun 2019-2020 sebesar Rp 139 miliar.

Dari program tersebut, penerima bantuan replanting kelapa sawit pada tahun 2019 ada sebanyak 18 kelompok tani yang menerima bantuan, dan di tahun 2020 sebanyak 10 kelompok tani yang menerima bantuan.

“Pada tahun 2022 ditemukan perbuatan melawan hukum dan kita temukan adanya penyalahgunaan wewenang oleh penerima bantuan ini dengan modus memanipulasi identitas sehingga negara dirugikan.

Saat ini kejaksaan tinggi Bengkulu sudah menetapkan 4 tersangka, ungkap Heri Jerman.

Ditambahkannya Kejat, penanganan kasus tersebut, para tersangka sudah ditahan dan penyidik telah menahan keempat tersangka serta telah menyita uang sebesar Rp.13 M.

Namun meski telah menetapkan tersangka dan menyita barang bukti kerugian negara miliar rupiah, Heri Jerman mengungkapkan akan terus melakukan pengembangan dalam kasus dugaan korupsi tersebut.

Bahkan, pihaknya juga menegaskan akan adanya potensi-potensi tersangka lainnya yang juga ikut terseret dalam dugaan korupsi penerimaan bantuan program replanting kelapa sawit.

“Ini baru satu kelompok tani, dan akan kita kembangkan lagi. Kemungkinan akan ada penambahan tersangka,” ungkapnya.

Sementara itu untuk uang yang merupakan hasil kerugian negara telah disetorkan ke pihak Bank.

“Uang tersebut saat ini sudah masuk ke rekening penampungan pemerintah yang ada di Bank Mandiri,” tutup Heri Jerman.

Diketahui, empat orang tersangka tersebut adalah AS Ketua Kelompok Tani Rindang Jaya , ED Sekretaris Kelompok Tani Rindang Jaya, SU Bendahara Kelompok Tani Rindang Jaya dan PR Kepala Desa Tanjung Muara. (Gus)

Komentar