Lecehkan Profesi Wartawan, Oknum Guru SMPN 14 Media Ormas Dan LSM Akan Tempuh Jalur Hukum

METRO UPDATE Seluma – maraknya pemberitaan di media online, terkait dugaan pelecehan siswi SMPN 14 oleh oknum guru bakal berbuntut panjang, tidak hanya siswi SMPN 14 yang mendapat pelecehan dari oknum guru tersebut, tapi profesi wartawan juga di sebut oleh oknum guru SMPN 14 yang terkesan melecehkan tugas jurnalis.

Pasalnya hal itu terungkap dengan viral nya berita korban pelecehan oleh oknum guru SMPN 14 yang masih bergulir, bahkan belum ada tindakan tegas dari pihak Dinas pendidikan kabupaten Seluma Provinsi Bengkulu, terhadap oknum guru SMPN 14 yang diduga pelaku pelecehan tersebut.

Kini datang lagi masalah baru yang menimpa siswi selaku korban pelecehan dari oknum guru tempat ia belajar.

Di terangkan melalui rekaman Video yang berdurasi sekitar 4 menit. nampak korban sedang berada didalam mobil bersama dua orang satu laki-laki . dan satu perempuan setengah baya, Tak lain perempuan yang bersama siswi itu adalah diduga Oknum guru SMP N 14 Kab Seluma Provinsi Bengkulu.

Dua orang tersebut menanyakan prihal ada atau tidak nya rekan satu profesi mereka sesama guru, untuk saat ini diduga terlibat kasus pelecehan yang sedang bergulir.

.”Berikut pertanyaan Ibu itu: Sekarang ibu mau nanyo Ado atau Idak kau di ikat pakai kain atau di bekap sama kain.”Ujar Guru tersebut, atau cuma rekayasa mu Bae, Yo rekayasa mu Bae, tutur ibu terkesan mengarahkan pertanyaan.

kemudian di teruskan oleh laki-laki yang berada disamping korban, menanyakan apakah kau di paksa untuk mengaku. Siapo yang maksa kau wartawan ya. apo siapo.” wartawan .”Ujar nya dengan nada agak keras.

M. Diamin selaku ketua umum ormas maju bersama Bengkulu OMBB majelis pimpinan nasional angkat bicara, kami dari pihak media Ormas dan LSM akan berencana melaporkan oknum guru SMPN 14 yang telah melecehkan profesi wartawan tersebut.

menyikapi hal ini. Karena jelas-jelas dalam pertanyaan tersebut menyudutkan atau menghina wartawan. Ini bukan lagi pelecehan terhadap individu, namun suda menyakiti profesi Organisasi Kemasyarakatan dan Lembaga, pada hal wartawan bekerja sesuai Tupoksi dan kode Etik Jurnalistik.

Dan lagi setiap hasil karya jurnalis baik artikel berita maupun rekam video di dapatkan dari hati nurani narasumber Tidak ada unsur kepentingan lain apa lagi paksaan yang jelas-jelas berada di ruang publik berikut di saksikan orang banyak, Ungkapnya.

Maka untuk ini Kami bagian dari wartawan Ormas dan LSM akan melaporkan hal tersebut kepada aparat penegak hukum APH, tutupnya  (Ba)

Redaksi – metro update

SEKBER

Komentar