Masyarakat Bengkulu, Dihebohkan Narasi Video Manuver Riduan Mukti

Bengkulu, Metro Update.Co.Id – Kurun Waktu tiga Pekan terakhir, masyarakat Bengkulu dihebohkan beredarnya Video di Medsos termasuk Media Onlain. tentang Manuver mantan Gubernur Bengkulu Periode 2016 – 2017, Riduan Mukti, Pasca dia keluar dari Penjara tanggal 17 Nopember 2022

        Video atau Narasi Versi Riduan Mukti, yang beredar luas diantaranya adalah, dia mengaku merasa dijebak. sehingga harus masuk Penjara. Lainnya, mewakili Walikota Bengkulu, Helmi Hasan, Riduan Mukti menyerahkan Tonkat kepada Wakil Walikota Bengkulu, Dedy Wahyudi,  dengan menyebut Dedy Wahyudi sebagai Walikota mendatang.

        Berikutnya, Narasi Video Riduan Mukti. yang dapat dikatagorikan mempermalukan Rohidin Mersyah, dengan menyebut sebagai Calon Wakil Gubernur di Pilgub tahun 2020, Rohidin Mersyah tidak berbuat apa apa. Sementara sebagai Calon Gubernur, dia sudah menghabiskan Uang hingga Miliaran Rupiah.

        Narasi Video Riduan Mukti yang tersebar luas hingga Viral di beberapa Group WhatsApp, tentu saja mendapat beragam Reaksi masyarakat Bengkulu, mayoritas menuding Manuver Riduan Mukti tidak Kontekstual, Tidak Logika, Tidak Jelas, Juga Kebablasan. Dominan masyarakat berpendapat, Riduan Mukti terkesan belum bisa menerima Kenyataan, terutama Kasus Hukum yang dialami.

        Terpisah, Pemimpin Redaksi Metro Update.Co.Id, dan Produser Eksekutif Metro Update Tivi, Chairuddin MDK, yang juga mantan Pemimpin Redaksi Suara Hukum yang pernah dilaporkan ke Dewan Pers oleh Tim Sukses Riduan Mukti, dengan tudingan melakukan Black Campaign di Pilkgub 2020, ketika diminta tanggapan berpendapat, Secara tersirat Manuver Riduan Mukti diarahkan kepada Gubenur Bengkulu, Rohidin Mersyah,. sebagai sasaran tembak. Muaranya. diprediksi ada Nuansa  Aroma kepentingan Politik di Pilgub tahun 2024.

        Pengakuannya merasa dijebak sehingga harus masuk Penjara, merupakan Pengakuan Blunder yang menjadi Bola liar, yang dapat ditafsirkan bermacam macam Asumsi. Pertanyaannya, Jika memang benar dijebak Siapa yang menjebak, dan untuk kepentingan Apa. Sebagaimana diketahui, Dua Kontraktor yang juga masuk Penjara bersama Riduan Mukti dan Istri, Lili Maddari, adalah Direktur PT Statika, Jhoni Wijaya, dan Rico Dian Sari yang oleh Riduan Mukti justru sudah diakui seperti adik sendiri.

        “Lagi pula. jika Riduan Mukti masuk Penjara. katakanlah karena dijebak. apakah mungkin Rico Dian Sari bisa menggantikan dia menjadi Gubernur. Jelas tidak. Sesuai Peraturan Perundang Undangan, jika Gubernur berhalangan tetap, yang berhak menggantikan sebagai Gubernur, adalah Wakil Gubernur, dalam hal ini Rohidin Mersyah. Hanya saja, meski saya belum begitu mengenal dekat, sepertinya tidak mungkin Rohidin Mersyah melakukan tindakan tidak terpuji, menjebak Gubernur,” kata Chairuddin MDK.

        Akan halnya Narasi Video, Dimana terlihat Riduan Mukti menyerahkan Tongkat kepada Wakil Walikota Bengkulu, Dedy Wahyudi, dengan menyebut Ini langsung dari Walikota untuk Walikota mendatang. Narasi itu bermakna, Riduan Mukti mewakili Walikota Bengkulu, Helmi Hasan, menyerahkan tongkat Estapet kepada Wakil Walikota, Dedy Wahyudi. sebagai Walikota Periode tahun 2024 – 2029.

        Terkait ritual tersebut, Chairuddin MDK berpendapat,  sangat tidak masuk akal dan sangat tidak Kontekstual. Sebab kalau toh Helmi Hasan, akan menyerahkan tongkat Estapet kepemimpinan kepada Dedy Wahyudi, dan sudah yakin Dedy Wahyudi terpilih di Pilkada tahun 2024, kenapa juga harus diwakilkan kepada Riduan Mukti. Kenapa tidak Helmi Hasan sendiri yang menyerahkan.

        Sebab, dilihat dari sudut pandang manapun. sama sekali tidak ada korelasinya Riduan Mukti  dengan Helmi Hasan dan Deddy Wahyudi secara individu. terlebih dengan Pemerintah Kota Bengkulu.  Terkecuali. Jika memang dugaan ini benar, Halmi Hasan akan maju di Pilgub tahun 2024, setelah dikalahkan Rohidin Mersyah. di Pilgub tahun 2020.

        Narasi Video Riduan Mukti, yang menurut pendapat Chairuddin MDK,  justru sangat Krusial dan Arogan. Ketika Riduan Mukti, dihadapan banyak Orang menyebut bahwa saat menjadi Calon Wakil Gubernur di Pilgub tahun 2020, Rohidin Mersyah tidak berbuat apa apa.

        Ketika mereka yang berjuang dan berkeringat,  dibuang semua oleh Rohidin Mersyah, tidak dipakai. Rohidin Mersyah Sibuk dengan Kekuasaannya, dikelilingi Orang Orang yang tidak pernah berjuang, tidak mengeluarkan Uang. Mirisnya, di pertemuan itu juga hadir Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah, Sungguh sangat menyakitkan.

        “Sepertinya Riduan Mukti lupa, bahwa Sekitar dua bulan Pasca dilantik menjadi Gubernur Bengkulu,  tidak sedikit Pejabat yang sudah lama mengabdi di Bengkulu, Kecewa, Marah dan Prustasi, karena dicopot dari Jabatan dan diganti oleh Pejabat yang didatangkan oleh Riduan Mukti, dari Kabupaten Musi Rawas.

        Padahal sebelumnya, saat Kampanye Riduan Mukti berjanji tidak akan membawa Pejabat dari Musi Rawas. Menghadapi kenyataan tersebut, Rohidin Mersyah sebagai Wakil Gubernur, ketika itu hanya terdiam. Lantas Sekarang, mengapa Riduan Mukti yang bukan siapa siapa, justru mempersoalkan para Pejabat Pembantu Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah. Dilain pihak, semua masyarakat Bengkulu belum melihat Apa yang sudah diperbuat Riduan Mukti. untuk Provinsi Bengkulu,” papar Chairuddin MDK. (red/tim)

Komentar