oleh

Rahman Daeng Soroti Kritikan Anggota DPRD Nagekeo Yang Disinyalir Tidak Konstruktif

Abdurahman Daeng, pengamat politik dan tokoh masyarakat Nagekeo. Selasa,18/05/2021.

METRO UPDATE.CO.ID – JAKARTA – Di beberapa media online dalam beberapa pekan terakhir, gencar memberitakan tentang kritikan anggota DPRD Nagekeo yang ditujukan kepada Bupati Nagekeo, terkait pembelian mobil dinas Bupati dan Wakil Bupati.

Kritikan anggota dewan tersebut, ditanggapi oleh salah seorang pengamat politik dan tokoh masyarakat asal Nagekeo yang berdomisili di Jakarta, Abdurrahman Daeng.

Menurut Rahman Daeng, kritikan beberapa anggota Dewan tersebut sama sekali tidak logis dan cenderung membangun rasa benci dan opini agar masyarakat Nagekeo tidak simpatik kepada Bupati Yohanes Don Bosco Do dan Wakil Bupati Marianus Waja. Demikian pernyataan Rahman Daeng yang disampaikan via pesan whatsapp kepada media ini; Selasa, 18/05/2021.

Lanjut Rahman Daeng, kritikan yang dilontarkan anggota dewan tersebut sangat tidak edukatif dan diduga gagal paham, serta tidak memiliki nalar yang baik untuk memberikan kritikan yang sifatnya konstruktif untuk kemajuan daerah.

“Kritikan yang dilayangkan para anggota dewan tersebut dinilai tidak berdasar, atau jangan – jangan ada yang korslet cara berpikirnya. Hal ini dirasa rancu, karena mareka yang menyetujui anggaran sebesar Rp. 1,5 miliar untuk membelanjakan mobil dinas bupati dan wakil bupati Nagekeo. Namun setelah mobil tersebut tiba di kantor Bupati Nagekeo, mereka pula yang berkicau dengan membangun narasi yang kontradiktif”, tutur Rahman Daeng.

Dikatakannya, masyarakat seharusnya diberikan pendidikan politik yang baik. Salah satunya adalah dengan mentransformasikan informasi yang akurat, obyektif, dan kritis, kepada Pemerintah; bukan hanya sekedar kritikan yang tidak memiliki esensi. Mengapa demikian? Karena mereka yang menyetujui anggaran untuk belanja Mobil Dinas Bupati dan Wakil Bupati Nagekeo, lalu mareka sendiri pula yang ngoceh-ngoceh dengan membangun narasi atau opini yang tidak sesuai realita.

“Pertanyaan saya, apa maksud dari kritikan itu, dari kacamata masyarakat awam saja dapat dibaca, bahwa ini sekedar pesan politik yang di cari-cari, dengan memperalat momen Covid 19. Atau masyarakat dapat menilai hanya sekedar memperlambat proses pembangunan yang tengah gencar dilakukan pemerintah saat ini”, tandasnya.

Rahman Daeng mengatakan bahwa dalam pengadaan kendaraan tersebut tidak ada masalah dan sudah sesuai dengan regulasi anggaran belanja tahun 2019.

“Kalau ada masalah, ya tentu DPRD nya dulu yang dipermasalahkan, karena mareka yang ketok palu untuk mengesahkan anggaran Rp. 1,5 M itu. Inilah yang saya nilai bahwa nalar kritikan anggota dewan Nagekeo diduga ada yang korslet”, pungkasnya.

Rahman Daeng menambahkan kalau alasan yang dipakai adalah alasan covid 19, maka itu sangat tidak rasional, karena untuk anggaran Covid 19, pemerintah pusat sudah mengeluarkan anggaran yang cukup besar.

“Jangan aji mumpung membangun narasi yang kurang profesional, karena akan menjadi bahan tertawaan masyarakat yang mendengarnya”, Ketus Rahman.

Rahman Daeng juga mengharapkan kepada Bupati dan Wakil Bupati Nagekeo, agar lebih profesional dalam menjalankan roda pemerintahan. Hindari KKN baik dalam tubuh birokrasi maupun diberbagai aspek pembangunan, sehingga harapan masyarakat Nagekeo akan Kabupaten yang bebas KKN dapat tercapai.

“Rakyat sudah memberikan fasilitas mobil mewah kepada kalian sebagai pejabat daerah agar lebih meningkatkan kinerja. Ini juga sebagai pertanda bahwa pihak pejabat harus lebih banyak berkantor di tengah masyarakat ketimbang di belakang meja, agar lebih cepat dalam merespon keluhan masyarakat serta melakukan tindak tepat dan terarah, untuk percepatan pembangunan di Nagekeo. Musnahkan praktek KKN yang dapat merugikan rakyat dan daerah”, tegasnya.(tim)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed