oleh

Sampai Sekarang Masih Tetap Memasang Stiker Penanda Dirumah Warga Penerima Bansos Meskipun Tanpa Dana Operasional.

METRO UPDATE.CO.ID–MUKOMUKO—Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) dan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Kabupaten Mukomuko,sampai sekarang masih tetap memasang stiker penanda di rumah warga penerima bantuan sosial meskipun tanpa dana operasional.

“Penggeraknya pendamping PKH dan TKSK. Dan mereka juga dibutuhkan oleh pemerintah desa untuk hadir dalam setiap pemasangan stiker penanda di rumah warga penerima bantuan sosial,” kata Kepala Dinas Sosial Kabupaten Mukomuko Saroni di Mukomuko, Minggu.

Dinas Sosial Kabupaten Mukomuko tahun 2020 mendapatkan alokasi dana untuk kegiatan pemasangan stiker penanda di 1.000 rumah warga yang menerima bantuan sosial berupa PKH dan bantuan pangan nontunai.

Namun dalam pelaksanaannya, katanya, jumlah rumah keluarga warga yang menerima manfaat bantuan sosial yang dipasang stiker penanda tersebut bertambah sebanyak 1.000 rumah lebih.

Ia mengatakan sejak tahun tahun 2020 sampai sekarang masih ada rumah keluarga penerima manfaat bantuan sosial di daerah ini yang belum dipasang stiker penanda, untuk itu diteruskan tahun ini.

Karena instansinya tidak ada dana operasional untuk petugas yang melakukan pemasangan, katanya, sehingga instansinya melalui pendamping PKH dan TKSK bekeraj sama dengan sejumlah desa yang bersedia menyediakan peralatan untuk pemasangan stiker di rumah penerima bansos di wilayahnya.

“Ada desa yang bersedia menyediakan peralatan untuk melaksanakan kegiatan ini dan ada juga desa yang tidak bersedia menyediakan peralatan seperti pembelian cat untuk pemasangan stiker di rumah warganya,” ujarnya pula.

Ia berharap adanya kerja sama dengan pemerintah desa dan pihak bank yang menyalurkan dana bantuan sosial untuk menyelesaikan pemasangan stiker penanda di seluruh rumah warga keluarga penerima manfaat.

Sementara itu, sebanyak 9.217 rumah keluarga penerima bantuan sosial di daerah ini, namun belum semua rumah warga miskin tersebut yang terpasang stiker sampai akhir tahun 2020.

Realisasi pasangan stiker penanda di rumah warga tersebut sekitar 80 persen dari sekitar 9.217 rumah sehingga masih ada sekitar 20 persen rumah warga yang belum dipasang stiker di rumahnya.(antbkl)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed