oleh

Hasil Reses Dewan Minta Pekerjaan Infrastruktur Dituntaskan

METROUPDATE.CO.ID-BENGKULU-  23/10 Dalam laporan hasil reses anggota DPRD Provinsi Bengkulu ke daerah pemilihan (Dapil) masing-masing banyak masukan yang diserap dari masyarakat. Tantawi Dali, SE anggota dewan Provinsi asal daerah pemilihan Kabupaten Bengkulu Utara lantang menyampaikan bahwa ada sejumlah paket proyek yang belum tuntas seperti jalan Provinsi, jembatan dan irigasi untuk segera dituntaskan.

          Tantawi merinci sejumlah paket proyek Provinsi Bengkulu yang belum tuntas di Kabupaten  Bengkulu Utara, diantaranya pemeliharaan jalan Provinsi dari perbatasan Tugu Polwan Kecamatan Kerkap sampai Ibukota  Bengkulu Utara di Argamakmur. Berikutnya perbaikan jembatan di Desa Tanjung Agung  Palik yang ambruk akibat banjir baru-baru ini, karena jembatan tersebut sebagai jembatan penghubung Provinsi Bengkulu ke Kabupaten Bengkulu Utara.

          Berikutnya membuka keterisoliran Kecamatan Napa Putih yang selama ini disebabkan longsor menyebabkan beberapa desa menjadi terisolir. Ditambahkan Tantawi pihaknya selaku wakil rakyat menyoroti kurang beresnya pekerjaan irigasi milik PUPR Provinsi di Desa Kemumu Kabupaten Bengkulu Utara, selama ini dikerjakan Subdin SDA PUPR Provinsi Bengkulu namun terkesan setengah hati karena tidak tuntas sementara dana yang dikucurkan setiap tahunnya mencapai miliaran rupaih. Kondisi irigasi di Kemumu saat ini banyak yang tertimbun longsor dan saluran pecah akibatnya air kurang lancar mengalir ke persawahan milik ratusan petani di Kemumu. Padahal Kemumu merupakan lumbung padi di Kabupaten Bengkulu Utara.

          Tegas Tantawi yang tidak kalah pentingnya masalah kondisi jembatan di Bengkulu Utara yang banyak konstruksinya sudah mengkhawatirkan. Seperti jembatan Tanjung Agung Palik yang ambruk, ia minta agar ada pemeriksaan mendalam terhadap beberapa jembatan lainnya milik Provinsi di Bengkulu Utara. Seperti enam jembatan di Kecamatan Padang Jaya dan Giri Mulya yang banyak bermukim warga transmigrasi. “Dinas PUPR harus melakukan audit dan pemeriksaan mendalam terhadap kondisi jembatan yang setiap hari dilintasi warga dan pengendara umum dari Bengkulu Utara menuju Kabupaten Lebong.

          Takutnya ambruk seperti jembatan Tanjung Palik yang bisa membahayakan pengendara,” katanya khawatir. Karena jembatan tersebut selain dilintasi warga juga dilintasi kendaraan besar pengangkut CPO dan sawit. Selain itu ia minta agar beberapa jalan Provinsi yang belum tuntas di Kabupaten Bengkulu Utara tahun 2019 harus tuntas termasuk pembangunan sisi jalan yang tergerus abrasi dan longsor.(Gus)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed