BREAKING NEWS: LSM LIRA Soroti Jalan INPRES Di Kabupaten Mukomuko

METRO UPDATE Mukomuko – Jalan dana Instruksi Presiden (Inpres) bersumber dari APBN di Kabupaten Mukomuko mendapat sorotan dari sejumlah aktivis LSM Mukomuko Lembaga Informasi Rakyat (LIRA). Lira telah menyiapkan surat klarifikasi yang bakal dilayangkan kepada pihak terkait.

 

Dalam surat yang ditandatangani oleh Ketua LSM LIRA Mukomuko Salman Afaris pertanyakan alasan proyek yang sudah rampung walaupun perpanjangan waktu namun terlihat jalan tersebut terlihat asal jadi.

 

Proyek Perbaikan Pekerjaan Jalan Ruas Tanah Rekah SP-IV Teras Terunjam Kabupaten Mukomuko dari Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Direktorat Jendral Bina Marga SKPD- TP Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Bengkulu. Pada tanggal Kontrak 1 Agustus – 31 Desember 2023 dengan Anggaran Sumber Dana dari APBN Dengan nilai Kontrak Rp 39.971.667.000.00 Miliar.

Namun yang kedua perbaikan jalan ruas tanah rekah – SpIV (Teras Terunjam) pada tanggal Kontrak 7 Agustus 31 Desember 2023 dan nilai Kontrak Rp 17.100.110.000 Sumber Dana APBN.

 

LSM LIRA Temukan Dugaan Kejanggalan Proyek Jalan Inpres Pada tanggal Kontrak 1 Agustus – 31 Desember 2023 dengan Anggaran Sumber Dana dari APBN Dengan nilai Kontrak Rp 39.971.667.000.00 Miliar dan kedua nilai Kontrak Rp 17.100.110.000

 

Ia menjelaskan salah satunya kontraktor yang menikmati kucuran dana tersebut adalah PT. Lestari Sarana Mandiri Bengkulu dengan konsultan pengawas PT. Surya Cipta Engineering KSO dan PT Arkade Gahan Konsultan.

 

“Kami menduga ada sarat dukungan alat untuk persyaratan lelang tidak sesuai yang digunakan di lapangan. Dugaan tersebut terjadi pendirian Cruser dibuat dilokasi kuari Galan panduwasesa belum memiliki Cruser, kalau memang dugaan ini memang adanya hal tersebut telah menyalahi persyaratan lelang. Namun Dugaan kita selanjutnya kejanggalan yang melibatkan pihak Satker, konsultan. Ini ada apa? Ini kan proyek pusat, langsung dari bapak Presiden, kenapa terkesan tidak serius dalam pengerjaannya. Kemudian dari pengecekan kami di lapangan kami menduga ada yang tidak sesuai dengan hasil pekerjaan. Kami mempertanyakan pengawasan yang dilakukan oleh pemerintah pusat atas proyek yang dilangsungkan di daerah kami ini,” ungkap Salman

 

“Dalam beberapa hari ini suratnya akan kami layangkan. Lengkap dengan dokumentasi foto hasil pengecekan kami ke lapangan. Kami minta nanti mendapat jawaban yang sejelas-jelasnya. Karena nilai proyek ini teramat besar dan langsung dari bapak Presiden untuk kepentingan daerah,” tandasnya.(Zul)

Redaksi – metro update

SEKBER

Komentar